Senin, 09 Februari 2009

TUHAN YANG MAHA SEGALA

Pada 7 Februari 2009 lalu, Vita Chandra (Ayen), sahabat dekat saya yang beberapa bulan terakhir ini menghilang karena ikut suaminya di Palu, tiba-tiba mengirim SMS. SMS ini bukan sembarang SMS. Sebab, isinya sebuah pertanyaan yang cukup kritis sekaligus nakal ala Vita Chandra. Bunyi SMSnya seperti ini:

Mas bagus, po kbr? Ada prtnyaan: mampukah Tuhan yang maha sgala2ny itu mnciptakan batu yg sgt GD, saking GDny batu itu hgga Tuhan pun tak kuat utk mengangkatny??

Wuah, benar-benar pertanyan maut. Lebih-lebih bagi orang yang percaya dan mengimani Tuhan sebagai maha segala. Lho, kok bisa?

Coba pikir. Kalau Tuhan yang maha segala-galanya itu mampu menciptakan batu yang sangat besar, di mana saking besarnya batu itu Tuhan sendiri tidak kuat mengangkatnya, tentu kemaha perkasaan Tuhan dipertanyakan. Kok Tuhan yang maha segalanya tidak kuat mengangkatnya. Tidak maha perkasa donk. Terus, kalau Tuhan tidak bisa menciptakan batu seperti itu, mengingat batu sebesar apa pun Dia pasti kuat mengangkatnya, maka kemaha penciptaan Tuhan yang dipertanyakan. Hehehe, bisa rontok tuh iman mereka yang nggak kuat.

Saya jadi senyum-senyum sendiri membaca dan memikirkan SMS tersebut. Dasar Vita Chandra. Baik sebelum maupun setelah menikah masih tidak berubah. Kerjanya mempertanyakan Tuhan dengan pertanyaan kritis dan nakalnya. Tapi, itu lah yang saya suka dari sahabat satu ini.

Bagi saya pribadi, yang menganut “Jalan Pasif” (baca artikel: JALAN PASIF; Kamis, 2009 Januari 29), pertanyaaan itu termasuk kategori pertanyaan yang tidak penting. Maaf beribu maaf ya Vita. Pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Namun, sebagai sahabat yang baik, saya merasa memiliki kewajiban untuk menjawabnya. Hehehe, lagian kalau tidak dijawab pasti akan diejek habis-habisan. Begini jawab saya:

Bisa saja kalau Tuhan mau. Tapi sptnya Tuhan tdk mau melakukan itu. Kayak kurang kerjaan aja… :D

Lho kok bisa? Mana logikanya? Bisa membuat batu yang gede sampai tidak kuat mengangkat, tapi juga mampu mengangkat. Kan tidak nyambung. Nggak logis. Nggak ada konsistensi jawaban. Tidak bisa mengangkat ya tidak bisa. Kok tiba-tiba jadi kuat mengangkat.

Hahaha, itulah “kehebatan” dari kemaha segalaan Tuhan. Kan termasuk di antaranya “maha aneh”. Maha nggak logis. Bisa melakukan apa yang dipertanyakan sahabatku dalam SMSnya secara bersamaan, secara serempak. Sanggup menciptakan batu yang besar dimana Dia sendiri tidak bakal mampu mengangkatnya, sekaligus juga kuat mengangkatnya kalau Dia mau.

Mendebat logika Tuhan yang maha segala memang susah. Karena hasil akhirnya pasti Tuhan yang maha segala itu yang menang. Kan maha segala. Termasuk maha tak terkalahkan. Hehehe….

Tapi sekali lagi itu tak penting bagiku. Bagi orang yang menempuh jalan pasif.

Tidak ada komentar: