Senin, 12 Mei 2008

CINTA KASIH = METTA KARUNA

Oleh: Paskalis Bagus Aryawan

Banyak definisi tentang cinta kasih. Banyak ragam orang mengekspresikan cinta kasih. Sebenarnya, apa itu cinta kasih?

Terlepas dari kekaguman saya terhadap Sang Buddha (oh ya saya bukan seorang Buddhis) definisi cinta kasih dari Sang Buddha adalah yang paling berkesan di hati saya. Menurut Sang Buddha, cinta kasih adalah metta karuna. Metta berarti memberikan kebahagiaan. Karuna berarti melepaskan penderitaan. Itulah hakekat cinta kasih. Perbuatan (baik melalui mulut, tubuh, maupun pikiran) memberikan kebahagiaan dan melepaskan penderitaan.

Lalu, siapa yang perlu dicintai, dikasihi? Tentu saja semua mahluk, baik itu diri kita, sesama manusia, binatang, mereka yang telah meninggal, bahkan setan pun harus dikasihi.

Setan pun harus dikasihi? Ya. Mengasihi mereka yang mengasihi kita adalah hal yang mudah. Mengasihi mereka yang menjahati kita itu adalah hal yang sulit. Kita disebut PECINTA ketika kita bisa mengasihi mereka yang jahat kepada kita. Termasuk setan. Soal setan jahat dengan kita, itu urusan setan. Urusan PECINTA adalah mencintai.

Tapi, apakah itu tidak dosa? Tentu saja tidak. Itu malah suatu tindakan yang sangat terpuji. Mencintai setan bukan berarti kita mengikuti apa yang diingini dan dibujukkan setan. Mencintai setan di sini diartikan sebagai mengasihi setan sebagai bagian dari mahluk ciptaan Tuhan. Tidak setuju dengan perbuatannya, bukan berarti harus membencinya. Bila kita membenci setan pada dasarnya kita sudah kalah, karena kebencian sudah meraja dalam diri kita. Kebencian itu sendiri adalah bagian dari setan.

Tidak ada komentar: